Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Peperangan Hingga Wafatnya

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Abu Thalib memuji Nabi SAW dengan berucap,

 

Jika suatu hari kaum Ouraisy berkumpul untuk suatu kebanggaan,

 

tentu Abdul Manaf rahasia dan orang utamanya

 

Jika para tokoh dari Abdul Manaf diurut ke belakang,

 

maka pada baniHasyim para tokoh dan moyangnya

 

Jika suatu hari berbangga diri,

 

maka Muhammad adalah orang pilihan

 

dari kalangan mereka yang paling mulia

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Diriwayatkan dari Abu Gjatadah, bahwa seorang badui berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapat engkau tentang puasa hari Senin?” Beliau menjawab, “Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim) Rasulullah SAW dilahirkan pada tahun Gajah.

 

Demikian pendapat yang paling masyhur menurut jumhur ulama. Az-Zubair bin Bakar berkata, “Abdullah ayah Rasulullah wafat di Madinah ketika Rasulullah SAW berumur 2 bulan. Ibunya bernama Aminah binti Wahb wafat ketika beliau berumur 4 tahun. Kakek Nabi SAW wafat ketika beliau berumur 8 tahun.

 

Kemudian beliau diwasiatkan kepada pamannya, Abu Thalib.” Al Waqidi menguatkan bahwa ayah Rasulullah SAW wafat ketika beliau masih dalam kandungan ibunya. Beliau benar-benar anak yatim.” Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah binti Abu Dzuaib.

 

Muhammad bin Ishak berkata, “Rasulullah SAW tumbuh menjadi seorang pemuda dengan penjagaan dan pemeliharaan Allah dari berbagai kotoran jahiliyah, karena Allah menghendaki kehormatannya dan risalah yang akan diembannya.

 

Permulaan Wahyu Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Permulaan Wahyu Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Peristiwa itu terjadi ketika beliau berumur 40 tahun. Al Bukhari berkata, “Pertama-tama wahyu mulai turun kepada Rasulullah SAW diawali dengan mimpi yang menjadi kenyataan, menyaksikan cahaya cerah ketika Subuh. Sejak itu beliau senang menyendiri. Beliau mulai

menyendiri di Gua Hira untuk beribadah pada malam hari selama beberapa malam.

 

Akhirnya beliau kembali kepada keluarganya sampai beliau dikagetkan dengan datangnya Al Haq ketika berada di Gua Hira itu. Beliau didatangi oleh malaikat. Dia berkata kepada beliau, ‘Bacalah!’ Beliau menjawab, ‘Aku tidak pandai membaca’. Beliau bersabda, “Dia menangkapku dan menahanku hingga aku kelelahan, tetapi kemudian melepaskanku dan berkata, ‘Bacalah!’Kukatakan, ‘Aku tidak pandai membaca’.

 

Dia lalu menangkapku untuk kedua kalinya dan menahanku hingga aku kelelahan, tetapi kemudian melepaskanku danberkata, ‘Baca/ah/’ Kukatakan, ‘Aku tidak pandai membaca’. Dia lalu menangkapku untuk ketiga kalinya dan menahanku hingga aku kelelahan, tetapi kemudian melepaskanku dan berkata,

Wahyu Pertama Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Awal Wahyu

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan Oalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya’. “(Qs. Al ‘Alaq [96]: 1-5)

 

Orang-Orang Pertama Masuk Islam Dari Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Orang-Orang Pertama Masuk Islam Dari Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Khadijah binti Khuwailid adalah orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehari setelah itu, Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu datang (dan beriman). Ketika keduanya melaksanakan shalat, Ali bertanya, “Wahai Muhammad, apa ini?” Rasulullah menjawab, “Agama Allah yang dipilih untuk Dzat-Nya, dan karena itu pula Dia mengutus para utusan-Nya.

 

Aku seru engkau kepada Allah yang Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku seru engkau untuk beribadah hanya kepada- Nya dan untuk kufur kepada Lata serta Uzza.” Ali lalu berkata, “Ini adalahsuatu perkara yang belum pernah aku dengar sebelum ini.” Ali masuk Islam, yang disusul oleh Abu Bakar. Sejak itu Allah memerintahkan Nabi SAW untuk menyampaikan risalah kepada orang-orang khusus dan orang-orang umum,

 

Orang-orang musyrik terus menekan kaum muslim. Orang-orang Quraisy berkumpul untuk merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW secara terang-terangan.

 

Mereka yang muslim dan yang kafir sepakat dengan perintah itu. Orang-orang musyrik bersepakat untuk tidak bergaul dan berbai’at dengan mereka hingga mereka siap menyerahkan Rasulullah SAW untuk dibunuh.

 

Mereka berjanji secara tertulis dalam sebuah lembaran untuk terus melancarkan makar. Sehubungan dengan itu, bani Hasyim berada dalam pengasingan selama 3 tahun dan ujian mereka semakin berat.

 

Beberapa orang sepakat untuk membatalkan tulisan dalam lembaran itu dan mereka mendapati banyak rayap telah memakan lembaran itu dan meninggalkan tulisan yang berbunyi ‘Dengan nama-Mu ya Allah’. Penulis pada lembaran itu adalah Manshur bin Ikrimah yang berakhir dengan cacat pada tangannya, demikian pengakuan mereka.

 

 

Isro’ dan Mi’roj Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Isro’ dan Mi’roj Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Ibnu Ishak Rahimahullah berkata, “Rasulullah SAW kemudian menjalani Isra dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Ketika itu Islam telah menyebar di seluruh kabilah di Makkah. Ketika Rasulullah SAW telah selesai dengan urusan di Baitul Maqdis, ditegakkanlah di hadapannya sebuah isra, yaitu tangga, kemudian beliau memanjatnya hingga ke langit.

 

Beliau memanjat tidak menggunakan Buraq. Dalam Isra inilah mula-mula shalat fardhu diwajibkan. Rasulullah SAW kemudian pulang dari Baitul Maqdis menuju Makkah

dengan mengendarai Buraq. Ketika pagi setelah malam Isra itu tiba beliau didatangi oleh Jibril, tepatnya ketika matahari tergelincir ke Barat, untuk menerangkan kepada beliau tentang tata-cara dan waktu-waktu shalat.

 

Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya untuk berkumpul. Jibril pada hari itu hingga keesokan harinya shalat dengan beliau, sedangkan kaum Muslim bermakmum kepada Nabi SAW, dan beliau mengikuti Jibril. Abu Thalib lalu meninggal, dan tak lama kemudian disusul oleh Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anha.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Baiat Aqobah 1 

Beliau menyeru mereka kepada Allah, menunjukkan Islam kepada Anshar pada suatu musim haji, dan membacakan Al Qur” an kepada mereka. Setelah itu sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Wahai kaum, demi Allah, tentu kalian tahu dia adalah nabi, sebagaimana yang dijanjikan kepada kalian oleh Yahudi dan mereka tidak mendahului kalian bertemu dengan beliau.

 

“Orang-orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya sekarang ini telah diutus seorang nabi. Ia telah menaungi zamannya dan kita mengikutinya. Kita berperang dengannya seperti ketika menyerang kaum Aad dan Iram.” Orang-orang Anshar itu memenuhi panggilan Rasulullah SAW dan membenarkannya. Mereka berjumlah 6 orang, dan seluruhnya dari kaum Khazraj.

 

Ketika mereka kembali ke daerahnya, Islam menyebar di Madinah sehingga tidak ada satu rumah pun milik kaum Anshar melainkan di dalamnya disebut-sebut Rasulullah SAW. Pada tahun berikutnya terlaksana Bai’at Aqabah I. Ketika mereka bertolak pulang menuju Madinah, Rasulullah SAW mengutus Mush’ab bin Umair yang diperintah oleh beliau untuk membacakan Al Qur’ an kepada mereka, mengajarkan Islam, dan memahamkannya secara mendalam.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Hijrah dari Makkah ke Madinah

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Hijrah dari Makkah ke Madinah

Ketika di Makkah, Rasulullah SAW bersabda kepada kaum muslim,

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap hijrah

” Telah diperlihatkan tujuan hijrah kepada kalian. Telah diperlihatkan

kepada kalian bumi yang penuh dengan pohon kurma” (HR. Al Bukhari)

 

Berangkatlah orang-orang yang berhijrah menuju Madinah, ketika Rasulullah SAW mengatakan hal tersebut. Mereka yang berhijrah ke Habasyah hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW tetap tinggal di Makkah hingga para sahabatnya, yaitu kaum Muhajirin, hijrah seluruhnya.

 

Mereka menunggu diizinkan untuk berhijrah. Tidak ada sahabat yang tersisa di Makkah kecuali yang tertahan atau sedang kena cobaan, selain Ali bin Abu Thalib dan Abu

Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallaliu Anhuma.

 

Para pemuda perwakilan dari seluruh kabilah telah berkumpul di pintu rumah Rasulullah SAW untuk membunuhnya, tetapi Allah telah melumpuhkan mata mereka, sehingga Rasulullah SAW dapat keluar dengan mudah.

 

Rasulullah SAW berangkat hijrah setelah 13 tahun menerima wahyu. Beliau ditemani oleh Abu Bakar Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu dengan arah yang berlawanan, menuju Gua Tsur.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Tiba Di Madinah

Rasulullah SAW berhasil tiba di Madinah pada hari Senin, dan disambut oleh seluruh kaum muslim dengan berbagai nasyid yang diiringi dengan rebana,

Kisah Nabi Muhammad Saw LengkapLagu Hijrahnya Nbi

Telah terbit purnama di hadapan kita

 

dari TsaniyyatAl Wada

 

Kita wajib bersyukur,

 

sebagaimana seruan penyeru kepada Allah

 

Wahai utusan kepada kami,

 

engkau datang dengan perkara yang wajib ditaati

 

Engkau telah dekat Madinah

 

Selamat datang wahai sebaik-baik penyeru

 

Sejarah terjadinya peristiwa hijrah ini dijadikan sebagai permulaan sejarah Islam pada zaman Umar bin Khaththab Radhiyallahu JAnhu.

 

Perang Abwa’ Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap

Perang yang pertama-tama terjadi adalah Perang Abwa’, yang juga disebut Perang Waddan.

Diriwayatkan dalam Shahih AlBukharihad\ts dari Buraidah, ia berkata, “Peperangan yang diikuti langsung oleh Rasulullah SAW berjumlah 16 kali.” Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW berperang 19 kali.

 

Terjadi serbuan yang sebenarnya dalam 8 kali peperangan, yaitu Perang Badar, perang Uhud, perang Ahzab, perang Muraisi’, perang Qudaid, dan perang Khaiba. Perang Badar pertama terjadi pada tahun pertama. Ibnu Ishak berkata, “Rasulullah SAW tidak tinggal di Madinah setelah meninggalkan keluarganya, melainkan hanya beberapa malam yang tidak mencapai 10 malam.

 

Ssampai Kurkuz bin Jabir Al Fahri mengancam untuk menyerang dari pinggiran kota Madinah.” Rasulullah SAW berangkat untuk mencarinya hingga sampai di sebuah

lembah yang disebut bernama Safawan, yang terletak di dekat Badar. Inilah Perang Badar pertama. Kurkuz meninggalkan medan perang sehingga dirinya tidak ditemukan oleh Rasulullah.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Tahun 2 Hijiriyah 

Turun perintah dari Allah untuk mengubah arah Kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Pada tahun ini diwajibkan puasa bulan Ramadhan dan pada tahun ini pula semua orang Islam diperintahkan mengeluarkan zakat fitrah. Pada tahun ini pula Rasulullah SAW mulai melaksanakan shalat Id dengan seluruh kaum muslim. Inilah shalat Id yang pertama dilaksanakan.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Badar Kubra

Pada tanggal 17 Ramadhan Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Suf yan Shakhr bin Harb akan datang dari Syam dengan kafilah besar milik kaum Quraisy yang mengangkut banyak harta dan barang dagangan yang diikuti 30 atau 40 orang. Kafilah itu terdiri dari 1000 ekor unta yang mengangkut harta kaum Quraisy.

 

Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, “Itu adalah kafilah kaum Ouraisyyang di dalamnya harta-harta milik mereka. Berangkatlah menuju mereka, semoga Allah menetapkan harta rampasan untuk kalian semua.” Para sahabat pun berangkat menjemput kafilah.

 

kaum Quraisy siap untuk serangan. Mereka berangkat melewati jalan setapak yang datar, dengan jumlah pasukan 950 orang, didukung oleh 200 ekor kuda, dengan penyanyi yang memukul rebana dan mendendangkan lagu-lagu yang menghina kaum muslim. Mereka didukung pula oleh 600 orang berpakaian baju besi.

 

Rasulullah SAW berangkat dengan didukung oleh 313 orang prajurit, 70 ekor unta, dan 60 orang anggota pasukan berbaju besi. Ali Radhiyallahu Anhu berkata, “Kita tidak didukung kecuali oleh 2 penunggang kuda. Satu ekor kuda milik Az-Zubair dan satu ekor kuda lagi milik Miqdad bin A Aswad.”

 

Rasulullah SAW tetap tinggal di Badar selama 3 malam, kemudian berangkat menuju Madinah dengan para tawanan dan harta rampasan perang. Ketika sampai di Ash-Shafra, An Nadhr bin Al Harits dibunuh oleh Ali RadhiyaJJahu Anhu. Kemudian berangkat lagi hingga sampai di IrqiAdz- Dzibbiyyah, Uqbah bin Abu Mu’ith dibunuh oleh Ashim bin Al Aqlah.

 

 

Berita kejadian di perang Badar menyebar di seantero Makkah karena dibawa oleh Al Haisaman, sehingga menggema tangisan dan ratapan. Kaum Quraisy lalu mengirim utusan untuk menebus orang-orangnya yang tertawan. Pada tahun ini Ali bin Abu Thalib RadhiyaUahu Anhu berkumpul dengan istrinya, Fathimah binti Rasulullah SAW, tepatnya setelah peristiwa Perang Badar.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Uhud

Kaum Quraisy berangkat dengan didukung oleh seluruh anggotanya. Kelompok yang bergabung adalah bani Kinanah dan keluarga Tihamah. Mereka berangkat dengan berjalan kaki dan diupayakan agar tidak ada yang melarikan diri.

 

Berangkatlah Abu Sufyan Shakhr bin Harb sebagai panglima perang bersama istrinya, Hindun binti Utbah. Dia orang yang kasar dan bengis. Setiap ia berlalu dekat Hindun atau Hindun berlalu di dekatnya, selalu berkata, “Ayo Abu Dasamah! Muncullah dan perintahkan semua untuk muncul!” Dia memberikan agitasi untuk membunuh Hamzah.

 

Ketika Rasulullah SAW mendengar berita tentang keberangkatan pasukan Quraisy, beliau berpendapat untuk tetap bertahan di dalam kota Madinah dan memerangi mereka di dalam kota. Orang-orang yang tidak ikut perang Badar berkata, “Engkau harus keluar dengan kami wahai Rasulullah, dan memerangi mereka di bukit Uhud.” Mereka berharap mendapatkan keuntungan, sebagaimana yang didapatkan di Badar.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Berangkat Perang Uhud

Berangkatlah Rasulullah SAW dengan kaum muslim yang berjumlah 1.000 orang. Adapun kaum musyrik, berjumlah 3.000 orang. Abdullah bin Ubay bin Salul berkhianat dan pulang kembali dengan 300 orang anggota prajurit. Rasulullah bersabda, “Dia taat kepada mereka dan khianat kepadaku.”

 

Di antara pasukan penunggang kuda kaum musyrik terdapat Khalid bin Al Walid, yang didukung oleh 200 anggota pasukan penunggang kuda, sedangkan pada kaum muslim hanya memiliki satu orang penunggang kuda. Rasulullah SAW harus berperang dengan 700 orang anggota pasukannya. Pasukan pemanah ketika itu dipimpin oleh Abdullah bin Jabir dengan tanda berupa pakaiannya yang berwarna putih. Jumlah anggota pasukan pemanah adalah 50 orang.

 

Rasulullah bersabda, “Kacaukan pasukan berkuda dari mendekati kami dengan menghujani mereka dengan anak panah. Dengan demikian mereka tidak dapat mendekati kami dari arah belakang. Jika kami menang atau kalah, kalian harus tetap berada di tempat. Kami sama sekali tidak akan mendatangimu dari arah depan.”

 

Az-Zubair berkata, “Demi Allah, aku menyaksikan para pembantu Hindun dan orang-orang dekatnya menyingsingkan lengan baju mereka dan melarikan diri, kecuali hanya sedikit saja. Adapun pasukan pemanah, ketika menyaksikan musuh melarikan diri dari mereka, mereka meninggalkan tempat untuk mendatangi kami dari arah belakang.

 

Seseorang lalu berteriak bahwa Muhammad telah tewas, sehingga kami mundur dan musuh merangsek ke arah pasukan kami setelah kami berhasil melumpuhkan para pembawa panji. Lalu datanglah Ubay bin Khalaf Al Jumahy yang bersumpah akan membunuh Nabi SAW. Ia berseru, ‘Aku pembunuhnya’.

 

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap Selesainya Perang Uhud

Kemudian ia ditangkap dan dibawa ke hadapan Nabi SAW, dan beliau menikamnya dengan tikaman kecil saja, tetapi ia jatuh tersungkur dan melenguh seperti banteng, lalu mati.” Dari pasukan kaum muslim, 70 orang mati syahid, sedangkan dari kaum pasukan kaum musyrik tidak ada yang tertawan, selain Abu Izzah Al Jumahy yang akhirnya dibunuh oleh Nabi SAW karena Abu lzzah adalah tawanan pada perang Badar yang dibebaskan tanpa syarat oleh Rasulullah SAW.

 

Ketika dia tertawan pada perang Uhud, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bebaskanlah aku.” Rasulullah bersabda, “Tidak, demi Allah, janganlah menghapus dua kejadianmu ketika di Makkah sehingga kamu katakan, ‘Aku menipu Muhammad dua kali’. Penggal lehernya wahai Zubair!'” Kemudian ia pun dipenggal lehernya.

 

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Ahzab atau Khandaq

Gjuraisy berangkat dengan Abu Sufyan sebagai panglima. Berangkat pula Ghathafan dengan Uyainah bin Hishn dan Al Harits bin Auf sebagai panglima. Ketika Rasulullah SAW mendengar rencana mereka dan kesepakatan mereka, mulailah beliau membuat parit di Madinah.

 

Orang-orang muslim bergotong royong membuatnya dengan sungguh-sungguh. Ketika Rasulullah SAW berhasil menyelesaikan pembuatan parit, tibalah pasukan Quraisy dan turun di pertemuan semua aliran dengan jumlah 10.000 orang.

 

Ghathafan dengan semua pengikutnya dari ahli Najd tiba hingga turun di dekat Uhud. Rasulullah SAW dengan kaum muslim berangkat dengan jumlah 3.000 orang. Di sana dibentuklah angkatan perangnya dengan parit berada di antara mereka dan para musuh. Para sanak kerabat dan wanita diperintahkan berada di atas benteng dari batu.

 

Kaum musyrik mengepung beliau kurang lebih selama 20 malam. Ketika keadaan sudah sangat sulit, Rasulullah SAW mengirim utusan untuk menemui Uyainah bin Hishn dan Al Harits bin Auf guna menyerahkan kepada keduanya 1/3 dari buah-buahan Madinah dengan imbalan keduanya dengan seluruh pasukannya meninggalkan Rasulullah dan para sahabatnya. Oleh karena itu, Sa’ad bin Mu’adz berkata, “Demi Allah, kita tidak akan memberi mereka melainkan pedang.”

 

Allah lalu menghinakan mereka. Allah mengirim angin pada malam musim dingin yang sangat dingin, yang menjadikan mereka menumpahkan isi periuk dan mencabut semua bangunan (mundur dari peperangan karena kalah).

 

Abu Sufyan menyeru mereka yang sedang berangkat untuk pergi. Ketika pasukan Khandaq pulang dari Khandaq, Rasulullah SAW bersabda, “Setelah tahun ini Ouraisy tidak akan menyerang kalian, akan tetapi kalian yang akan menyerang mereka.”

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Hudaibiyah

Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orangorang Arab yang mendapat petunjuk melakukan ihram untuk umrah yang bertemu diperjalanan. Kaum Quraisy berangkat untuk memberikan rasa aman dari ketakutan akan diserang.

 

Nabi dan para sahabat datang untuk berziarah ke Ka’bah, guna mengagungkannya. Kaum muslim berjumlah 1.400 orang. Pasukan Cjuraisy berangkat pula dengan mengenakan pakaian dari kulit harimau.

 

Rasulullah mengajak mengadakan baiat dan terjadilah Bai’at Ridhwan, di bawah pohon. Setelah itu Cjuraisy mengutus Suhail bin Amru dan mereka berkata, “Datangilah Muhammad dan ajaklah berdamai. Perjanjian damai itu tiada lain adalah agar dia tidak datang kepada kita pada tahun ini.”

 

Berlangsunglah perjanjian damai itu dan tertulis di dalam kitab perjanjian damai. Keduanya berjanji mengadakan gencatan senjata dengan siapa pun selama 10 tahun. Dengan demikian semua manusia merasa aman dan masing-masing menahan diri terhadap yang lain.

 

Siapa saja dari kelompok Cjuraisy yang mendatangi Muhammad tanpa izin pemimpinnya, maka ia dikembalikan, dan siapa saja pengikut Muhammad yang mendatangi Cjuraisy, maka dia tidak dikkembalikan. Barangsiapa hendak ikut ke dalam janji Muhammad, maka ikutlah, dan barangsiapa hendak ikut ke dalam janji Cjuraisy, maka ikutlah. Az-Zuhri berkata, “Tidak pernah dalam Islam ada kebebasan seluas kebebasan ini sebelumnya.”

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Khaibar

Benteng mereka yang pertama-tama dibuka adalah Benteng Naim, disusul Benteng Al Qumush. Rasulullah SAW menawan mereka yang tertangkap, diantaranya adalah Shafiyyah binti Huyyai bin Akhthab. Yang dipilih Rasulullah SAW untuk diri sendiri.

 

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW melarang pernikahan mut’ah sejak perang Khaibar. Beliau juga mengharamkan daging keledai jinak. Demikian disebutkan di dalam kitab Shahih AlBukhari’dan Shahih Muslim.

 

Orang banyak membuka Benteng Ash-Sha’b. Di Khaibar tidak ada benteng yang di dalamnya banyak makanan dan samin melebihinya. Orangorang Islam berhenti hingga sampai di Benteng Al Wathih yang merupakan benteng suku Sulalim, sekaligus benteng Khaibar yang dibuka terakhir.

 

Rasulullah SAW lalu memerintahkan untuk memutus sumber airsumber air mereka, sehingga akhirnya mereka keluar dengan serangan yang sangat sengit. Dari pihak mereka terbunuh 10 orang dan bentengnya berhasil ditaklukkan oleh Rasulullah SAW. Itulah benteng terakhir di An-Nathah.

 

Warganya pindah ke Asy-Syiqq, yang di dalamnya terdapat banyak benteng yang memiliki berbagai fasilitas. Di antara benteng-benteng yang menjadi prioritas awal adalah Benteng Ubayyi.

 

Rasulullah SAW lalu berangkat menuju warga Al Kutaibah, Al Wathih, dan As-Sulalim. Mereka membangun benteng-benteng yang sangat kokoh. Orang-orang yang menderita kekalahan selalu pergi ke benteng itu dan ikut bersama mereka.

 

Benteng Al Qumush yang terletak di Al Kutaibah merupakan benteng yang paling kokoh, sehingga Rasulullah SAW pernah berniat memuntahkan peluru dengan ketapel kepada mereka. Namun ketika mereka yakin akan kalah dan binasa, datanglah mereka kepada Rasulullah SAW untuk mengusulkan perjanjian damai. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Kalian semua telah bebas dari tanggung jawab Allah dan kepada Rasul-Nya jika kalian menyimpan sesuatu.”

 

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap Kembali Dari Khaibar

Ketika Rasulullah SAW telah menyelesaikan urusan di Khaibar, beliau kembali menuju Wadi Al Qura. Setelah itu mengepung warganya dalam beberapa malam, lalu pulang menuju Madinah dan tinggal di sana selama dua bulan Rabi’, dua bulan Jumada, bulan Rajab, bulan Sya’ban, bulan Ramadhan, dan bulan Syawwal. Selama itu beliau beberapa kali mengirim pasukannya.

 

Ketika itu Ja’far bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘Anhu telah pulang dari negeri Habasyah. Pada bulan Dzulqa’dah, bulan ia diusir oleh orang-orang musyrik, ia berangkat untuk melaksanakan umrah sebagai qadha umrah pada waktu ia diusir dari Makkah.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Mu’tah

Diriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair, ia berkata, ‘Rasulullah SAW mengutus utusan menuju Mu’tah pada bulan Jumadil Ula tahun 8 H. Mereka dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah. Beliau bersabda, ‘Jika Zaid gugur, maka komando pasukan di tangan Ja ‘far bin Abu Thalib. Jika Ja ‘far bin Abu Thalib gugur, maka komando pasukan di tangan Abdullah bin Rawahah’. “Mereka berjumlah 3.000 orang.

 

Pasukan berangkat dan Rasulullah SAW mengiringi mereka hingga pasukan tiba di Ma’an, di daerah Syam. Mereka mendengar bahwa Hiraklius telah tiba di Balqa, Yordan, dengan pasukan berjumlah 100.000 dari Romawi. Ditambah pasukan yang bergabung dengan jumlah 100.000 personil dari kabilah-kabilah Lakhm, Judzam, Al Qin, Bahra, dan Baly Ketika hal itu didengar oleh pasukan muslim, mereka tinggal di Ma’an selama 2 malam untuk mengkaji keadaan musuh.

 

Pada perang Mu’tah ini, 4 orang kaum Muhajirin mati syahid, mereka adalah Ja’far bin Abu Thalib, Zaid bin Haritsah, Mas’ud bin Al Aswad, dan Wahb bin Sa’ad. Ditambah 4 orang kaum Anshar, yaitu Abdullah bin Rawahah, Ubbad bin Qais Al Khazrajiyan, A Harits bin An-Nu’man An- Najjari, dan Suraqah bin Amru A Muzani.

 

Adapun dari pihak kaum musyrik, terbunuh dengan jumlah yang sangat banyak. Khalid sendiri berkata, “Ketika itu sebilah pedang telah hancur di tanganku. Aku tidak sabar kecuali hanya memegang satu pedang model Yaman.”

 

Setelah peristiwa Mut’ah, Rasulullah SAW mengirim surat kepada A Mundzir bin A Harits A Ghassani di Damaskus guna menyerunya untuk masuk Islam, sebagaimana beliau juga mengirim surat kepada Kisra, Raja Persia.

 

Namun setelah ia membacanya, ia merobek-robek surat itu, maka Rasulullah SAW berdoa demi kehancuran kerajaannya. Beliau juga mengirim surat kepada Kaisar dan kepada A Muqauqis, penguasa kota Iskandariah.

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Perang Penaklukkan yang Agung

kisah-nabi-muhammad-saw-lengkap Perang Penaklukkan yang Agung

Terjadi pada bulan Ramadhan, tujuh belas atau delapan belas bulan setelah Perjanjian Hudaibiyah. Telah terjadi kesepakatan antara Bakar (orangorang terdekat Cjuraisy) dengan Khaza’ah (orang-orang dekat Nabi SAW) di suatu sumber air bernama Al Watir, dekat kota Makkah.

 

Suku Cjuraisy itu berkata, “Muhammad tidak mengetahui kita. Demikian pula orang lain pada malam ini.” Mereka menolong dengan baju besi dan persenjataan. Kemudian

mereka bersama-sama melancarkan serangan karena iri kepada Rasulullah SAW.

 

Spontan Amru bin Salim mengendarai binatang tunggangannya hingga tiba di hadapan Rasulullah SAW demi menyampaikan kabar bahwa Cjuraisy telah melanggar perjanjian dan bermaksud buruk kepada kaum muslim

 

Kemudian berangkatlah Rasulullah SAW dengan pasukan yang dipimpinnya, yang berjumlah 10.000 orang prajurit, sehingga menjadi perhatian banyak orang. Para anggota pasukan menyalakan api ketika tiba di dekat kota Makkah. Api yang besarmya luar biasa dan belum pernah ada api menyala seperti itu sebelumnya.

 

Berangkatlah Abu Sufyan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Ia tertangkap, lalu dibawa kepada Rasulullah SAW dan berakhir dengan masuk Islam. Rasulullah SAW memasuki kota Makkah dengan mengenakan serban hitam dengan tidak berihram. Panji Rasulullah SAW ketika masuk Makkah berwarna putih.

 

Rasulullah SAW menghabiskan bulan Ramadhan dengan tetap mengqashar shalat dan tidak menjalankan ibadah puasa ketika itu. Ini adalah dalil para ulama yang berkata, “Sesungguhnya seorang musafir yang tidak melakukan shalat dengan jamak, hendaknya menjamak, dan tidak berpuasa hingga selama 18 hari.”

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Haji Wada’

Dikatakan pula haji balagh ‘sampai suatu puncak’ dan haji Islam. Dinamakan demikian karena Nabi SAW menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh manusia di dalamnya, dan tidak pernah beribadah haji lagi setelah itu. Rasulullah SAW telah melaksanakan umrah tiga kali. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha. ia berkata, “Rasulullah SAW berangkat untuk beribadah haji 5 malam sebelum bulan Dzulqa’dah berakhir.

 

Rasulullah SAW bertolak dari Madinah setelah berjalan kaki, memakai wewangian, sarung, dan selendangnya. Pada hari Kamis beliau berangkat, lalu menginap di Dzulhulaifah pada malam Jum’at hingga pagi Jum’at itu.” Diriwayatkan dari Anas, bahwa Nabi SAW beribadah haji dengan naik binatang tunggangan dengan alas beludru. Beliau bersabda,” Ibadah haji itu

tiada riya dan tiada sum ‘ah ‘mencari pujian ”

 

Kisah Nabi Muhammad Saw Lengkap Sa’at Wafatnya

Rasulullah SAW wafat pada hari Senin dan dimakamkan pada hari Selasa, di tempat beliau wafat. Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha, ia berkata, “Ketika kami berkumpul sambil menangis, kami tidak tidur. Rasulullah SAW berada di rumah kami dan kami menghibur diri dengan menatapnya ketika di atas tempat tidur.

 

Tiba-tiba kami mendengar suara cangkul penggali kubur pada waktu sahur. Kami

pun berteriak, demikian pula mereka yang ada di masjid. Madinah digoncang oleh suara yang sama. Bilal mengumandangkan adzan Subuh, dan ketika teringat dengan Nabi SAW, ia menangis dengan suara yang sangat keras.

 

Kondisi itu menambah kesedihan kami semua. Semua orang berupaya masuk untuk menyaksikan makam beliau, namun tempat ditutup, sehingga mereka tidak bisa menyaksikannya. Sungguh, telah tiba musibah yang sangat berat, yang tidak pernah kami ditimpamusibah seperti itu sesudahnya. Kami selalu menjadi lemah setiap teringat wafatnya Rasulullah SAW. Rasulullah SAW wafat pada umur 63 tahun.”

 

Kisah Nabi Dan Rasul Lainnya

 

Hafidz Yusuf

 

Referensi Kisah Rasulullah SAW:

Berdasarkan Kitab Al Bidayah Wa Nihayah, Mukhtashor DR. Ahmad Al Khani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: