7 Permainan Tradisional Populer Serta Fungsinya

Permainan tradisional adalah permainan tradisi rakyat suatu daerah, permainan ini bisa menjadi sarana yang baik dalam mengembangkan pendidikan anak. Salah satu yang utama, permainan ini mampu memberikan unsur pendidikan pada anak dengan biaya murah dan hasil yang memuaskan.

 

Permainan tradisional sangat sarat dengan nilai etika moral dan budaya masyarakat pendukungnya. Di samping itu permainan tradisional atau permainan rakyat mengutamakan nilai kreasinya juga sebagai media belajar.

 

Permainan tradisional menanamkan sikap hidup dan keterampilan seperti nilai kerjasama, kebersamaan, kedisiplinan, kejujuran, dan musyawarah mufakat karena ada aturan yang harus dipenuhi oleh para pemain.

 

Dalam permainan tradisional banyak melibatkan gerak tubuh, melibatkan lagu atau suara sebagai media, melibatkan alat main. Permainan yang melibatkan lagu lebih mengutamakan syair lagu yang isinya memberi ajakan, menanamkan etika dan moral, maupun hanya bersenang-senang saja.

 

Setiap anak memiliki keunikan tersendiri dalam belajar dan setiap anak menyadari bahwa dirinya sebagai individu bisa menerima kelebihan dan kekurangannya.

 

Dunia anak adalah dunia bermain, jadi seharusnya waktu untuknya digunakan untuk bermain. Dengan bermain, mereka bisa menyerap unsur-unsur pembelajaran yang terkandung dalam bentuk permainan.

 

Banyak orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh, itu tidak benar. Justru dengan bermain, anak akan mendapatkan kegiatan yang menyenangkan dan merangsang kerja otak.

 

Bermain juga membantu anak dalam menjalin hubungan sosial antar anak, mengembangkan imajinasi mereka, mengembangkan kognisi, bahasa dan rnotorik kasar dan halus.

 

Anak menggunakan gerakan dan kemampuan fisiknya, melatih kreativitas, dan mengasah kemampuannya menyelesaikan masalah dengan rnenghadapi berbagai permainan, dan bermain dapat membantu bahasa anak melalui interaksi dengan teman sebaya dan lingkungan. Jadi bermain bagi anak tidak sekedar menghabiskan waktu, tetapi merupakan media bagi anak untuk belajar.

 

Permainan Tradisional Petak Umpet

permainan-tradisional-Petak-umpet

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Petak Umpet (umum), Dhelikan (Jawa Tengah), Singidhan, Bentengan (Jawa Timur), Tonggak Dingin (Sumatera Barat), Ucing (Jawa Barat dan Banten)

Bisa dimainkan di luar atau di dalam ruangan yang luas dan banyak tempat untuk sembunyi. Dimulai dengan semua pemain melakukan hompimpah

Fungsi

pada saat anak mencari teman lalu berlari ke benteng merupakan ransangan terhadap fisik anak

Komunikasi lisan anak melalui percakapan antar anak.

Mengambil sikap tepat dan menurunkan egosentris diri pada saat ompipah, menerima aturan bermain dengan sportif

 

 

Permainan Tradisional Engkling

permainan-tradisiona-ingkling

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Engklek (Jawa Tengah), Angkle (Jawa Timur), Lore (Sumatera Barat), Sondah (Jawa Barat dan Banten), Main Panci (Nanggro Aceh Darussalam), Nokadende (Sulawesi Tengah), Gici-Gici (Maluku)

Biasanya dimainkan 2 sampai 6 anak dengan membawa pecahan genting dengan media gambar kotak-kotak di lantai atau tanah.

Melemparkan gaco ke arena, mulai dari kotak yang pertama lalu berjinjit masuk ke dalam kotak-kotak tersebut.

Fungsi

Dapat melempar pecahan genteng, melompat dengan satu atau dua kaki secara bervariasi mengkatkan kekuatan kaki kiri dan kanan.

Mengenal angka dan belajar toleransi bergantian.

 

 

Permainan Tradisional Ular Naga

permainan-tradisional-ular-naga

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Ular Naga (Jakarta), Ancak-Ancak Alis (Yogyakarta), sledor (Jawa Timur), Curik-Curik (Bali), Ndor-Salendor (Madura) toko-toko dian (palopo, sulsel)

Biasanya menggunakan syair lagu dengan banyak anak 6 sampai 20 anak, sehingga sangat cocok untuk acara liburan sekolah.

Syair lagu Ular Naga

“Ular Naga Panjangnya Bukan Kepalang, Berjalan-jalan selalu riang gembira, umpannya lezat itulah yang dicari, inilah dia yang terbelakang”

Syair lagu Oray-Orayan

Oray-orayan luar leor ka sawah.., Tong ka sawah parena keur sedeng beukah Oray-orayan luar leor ka kebon …, Tong ka kebon aya barudak keur ngangon.

Mending ge mandi di leuwi rea nu mandi

Saha nu mandi, nu mandina pandeuri…

oray orayan

oray naon

oray bungka

bungka naon

bungka laut

laut naon

laut dipa

dia naon

dipanderi ri…ri…ri…masuk ke terowongan

Fungsi

mengekspresikan diri saat senang dan takut, mengerti aturan main dalam bermain bersama, mengerti akibat jika melanggar aturan, bisa memimpin kelompok kecil, dapat memecahkan masalah sederhana, mengetahui hak dan kewajiban

 

 

Permainan Tradisional Bom Bokan

permainan-tradisiona-bom-bokan

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Gebokan (umum), Ganepo (Jawa Tengah), Lempar Kasti (Sumatera Barat), Boy-Boyan (Jawa Barat dan Banten)

Dapat dimainkan dengan satu bola kasti untuk melempar.  Di permainan Ini biasanya menggunakan pecahan genteng atau batu-batu ceper yang disusun keatas sehingga berbentuk menara dan kemudian pemain akan menjatuhkan (melempar) susunan itu dari jarak jauh dengan bola kasti

 

Jika susunan itu terjatuh maka lawan harus menyusun kembali pecahan genteng kemudian mengambil bola kasti dan melempar bola kasti ke arah pemain.

Fungsi

Mengelompokkan benda yang sama dan sejenis, membedakan besar-kecil, berat-ringan, menyebutkan 7 bentuk (lingkaran, bujursangkar, segitiga, segipanjang, segienam, belahketupat dan trapesium).

 

 

Permainan Tradisional Betengan

permainan-tradisiona-betengan

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Betengan (Yogyakarta), Raton (Kulon Progo), Jeg-Jegan (Jawa), Bebentengan (Jawa Barat dan Banten), Pal-Palan, Pris-Prisan, Sodoran (Cirebon), Penjaga Benteng (Sumatera Barat)

 

Aturan main tiang atau pohon sebagai benteng ranting untuk bikin lingkaran sebagai penjara. Dengan berusaha menawan anggota tim lawan agar dapat merebut benteng lawan.

Fungsi

berbagai gerakan fisik yang variasi, berlari, melompat, mengelak.

 

 

Permainan Tradisional Congklak / Dakon

permainan-tradisiona-betengan

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Congklak (Jawa Barat, Jakarta), Daku (Banten) Congkak (Malaysia), Dakon, Dhakonan (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur), Dentuman Lamban (Lampung), Mokaotan, Manggaleceng, Anggalacang, Nogarata (Sulawesi), Mancala (Inggris)

 

Menggunakan papan dan biji congklak dengan mengisikan lubang-lubang.

Fungsi

menyebutkan dan menguasai konsep bilangan 1-10, mengelompokkan dan membilang bentuk yang sama

 

 

Permainan Tradisional Slodoran

permainan-tradisiona-slodoran

Nama Permainan Tradisional dan asalnya Galasin (Jawa Barat, Banten), Galah Asin (Jakarta), Asing (Makasar), Sodoran (Cirebon), Slodoran (Jawa Timur) Galah Panjang (Malaysia). Sodor (Madura)

 

Anggota tim jaga harus menjaga di masing-masing garis yang telah ditentukan dan boleh bergerak sepanjang garis tersebut untuk menyentuh anggota tim lawan.

Fungsi

Berbicara lancar dengan menggunakan kalimat lancar; mengerti dan dapat melaksanakan lebih dari 3 (tiga) perintah; memperkaya kosakata; dapat mengenal simbol sederhana.

 

Didalam permainan tradisional, seluruh kemanusiaan anak ditumbuhkembangkan, kreativitas dan semangat inovasinya diwujudnyatakan. Permainan tradisional menjadi wahana bagi ekspresi diri anak. Keterlibatan dalam permainan tradisional akan mengasah, menajamkan, menumbuh-kembangkan otak anak. Melahirkan empati dan membangun kesadaran sosial. Dalam bermain, anak membuat pilihan, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berorganisasi

 

 

Hafidz Yusuf

 

Referensi:

Heru Subagiyo, S.Sn. Widyaiswara Seni Teater di PPPPTK Seni dan Budaya Sleman Yogyakarta.

wikipedia

permainan-tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: