Tata Cara Wudhu Mazhab Syafi’i Beserta Gambar

Tata Cara WudhuTata Cara Wudhu

Wudhu adalah termasuk ibadah yang membersihkan dari hadast kecil dan untuk mendirikan shalat.

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu awal

Artinya: “Apabila kamu berdiri hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu”! (Al Maidah, ayat 6).

 

Niat Wudhu

Setiap suatu ibadah dimulai dari niat. Niat ada di dalam hati, misal saya niat ini niat itu maka tentulah hasrat untuk melakukan hal tersebut terletak pada hati. Niat boleh sihr ataupun jahr (diucapkan), dengan maksud untuk menghilangkan was was dan lebih memantapkan hati.

Niat wudhu dengan lisan:

Nawaitul wudhluu aliraf’il hadatsil ash ghari fardhlaan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah ta ‘ala”.

 

Doa sebelum wudhu

Sebelum berwudhu hendaknya dimulai dengan do’a atau minimal dengan mengucap bassmallah.

Tata Cara Wudhu Doa

Latin: “A’uudzubika min hamazaatisy syayathiini wa ‘auudzubika rabbian yahdluruuni.”

Artinya: “Aku berlindung dengan Engkau daripada gangguan syetan dan aku berlindung dengan Engkau ya Rabb, daripada kedatangan syetan itu kepadaku !.”

 

Tata Cara Urutan Wudhu

Seperti ibadah laiinya, wudhu juga merupakan ibadah yang berurutan dari mulai hingga akhir sesuai tuntunan.

Tata Cara Wudhu: Membasuh Kedua Telapak Tangan (Sunnah)

tata cara wudhu mencuci tangan

Dari mazhab imam Syafi’i ra, membasuh dua tangan (telapak) sebelum memasukkan ke dalam bejana untuk wudhu karena sunnah. Tidak karena fardhu.

Dikabarkan kepada kami oleh Malik (guru beliau pendiri mazhab Maliki) dari Abiz Zannad, dari Al ‘Araj, dari Abu Hurairah, yang mengatakan: “Rasulullah SAW bersabda:

Tata Cara Wudhu Membasuh Telapak Tangan

Artinya: “Apabila bangun seseorang kamu dari tidurnya, maka hendaklah ia membasuh dua tangannya, sebelum memasukkannya dalam air wudhu. Maka sesungguhnya seseorang kamu tiada mengetahui di mana tangannya itu bermalam.”

 

Tata Cara Wudhu: Berkumur-Kumur Dan Memasukkan Air Ke Hidung (Sunnah)

Tata Cara Wudhu Kumur
genesia.net

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu Istinsyaq

Artinya: “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku”. (S. Al Maidah: 6)

Imam Syafi’i mengatakan: “Aku tiada mengetahui bahwa ada orang yang berbeda pendapat tentang muka yang diwajibkan membasuhnya pada wudhu yang zahiriah dari muka. Tidak yang batiniahnya. Bahwa tiadalah harus membasuh dua mata dan memercikkan air ke dalamnya”.

Adalah berkumur kumur (al madl madlah) dan memasukkan air ke hidung (al istinsyaq) itu lebih mendekati kepada zahiriah dibandingkan dengan dua mata.

Bahwa dikuatkan sunnahnya (sunnah muakkadah) untuk berkumur kumur dan memasukkan air ke hidung adalah karena sunnah. Dan mulut itu berubah baunya. Demikian juga hidung, dan air itu menghilangkan berubahnya bau mulut dan hidung. Dan tidaklah dua mata itu seperti demikian.

 

Tata Cara Wudhu: Membasuh Wajah (Wajib)

Tata Cara Wudhu Membasuh Muka

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu Membasuh Wajah

Artinya: “Maka basuhlah mukamu !” (S. Al Maidah: 6)

Adalah logis (masuk akal) bahwa muka itu ialah: yang tidak menjadi tempat tumbuh rambut kepala, sampai kepada dua telinga, dua tulang rahang dan dagu. Dan tidaklah melewati tempat tumbuh rambut kepala, yang menurun dari dua tepi dahi itu sebahagian dari kepala.

Begitu juga botak depan kepala, tidaklah botak itu sebahagian dari muka. Lebih bagus kalau dibasuh dua tepi dahi itu bersama muka. Dan kalau ditinggalkan yang demikian, niscaya tidaklah sesuatu pada meninggalkannya itu. Bahwa muka adalah: yang tiada bulu padanya, selain bulu kening, dua bulu mata, kumis dan bulu bulu halus antara bibir bawah dan dagu.

 

Tata Cara Wudhu: Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku (Wajib)

Tata Cara Wudhu Membasuh Tangan

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu Membasuh Kedua Tangan

Artinya: “dan tanganmu sampai siku”. (S. Al Maidah: 6)

Para ulama berjalan kepada maknanya: “maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku”, bahwa dibasuhlah siku itu. Dan tiada memadai selama lamanya pada membasuh dua tangan selain bahwa didatangkan air kepada di antara tepi anak anak jari sampai pada terbasuhlah siku. Dan tiada memadai, selain bahwa didatangkan air membasuh itu ke atas zahiriah dua tangan, batiniahnya dan tepi tepinya. Sehingga tertunailah membasuh kedua tangan itu.

 

Tata Cara Wudhu: Menyapu Kepala (Wajib)

Tata Cara Wudhu Mengusap Kepala
genesia.net

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu Menyapu Kepala

Artinya: “dan sapulah kepalamu”. (S. Al Maidah: 6)

Adalah masuk akal (ma’qul) pada ayat tersebut, bahwa barangsiapa telah menyapu sedikit dari kepalanya maka sesungguhnya ia telah menyapu kepala. Dan ayat itu tidakmungkin artinya selain yang tersebut itu. Dan itulah yang lebih terang dari artinya. Atau menyapu kapala seluruhnya. Dan ditunjukkan oleh As sunnah, bahwa tidaklah atas manusia itu menyapu kepala seluruhnya.

Apabila As sunnah telah menunjukkankepada yang demikian, maka makna ayat itu ialah: bahwa barangsiapa telah menyapu sedikit kepalanya, maka niscaya memadai.

Dan yang pilihan bagi orang yang berwudhu ialah, bahwa ia mengambil air dengan kedua tangannya. Lalu ia menyapu bersama kedua tangannya ke kepala. Ia hadapkan kedua tangan itu dan ia belakangkan. Mulai dengan depan kepala, kemudian dijalankannya kedua tangan itu ke kuduknya. Kemudian, dikembalikan keduannya sehingga kembali kepada tempat yang semula.

 

Tata Cara Wudhu: Membasuh Telinga (Sunnah)

Sekali saja mencukupi. Lebih baik menyapu kepala tiga kali. Disapunya bagian luar kedua telinganya dan bagia dalam dengan air yang lain dari air kepala. Mengambil dengan dua anak jari air untuk kedua telinganya. Lau dimasukkan kedua anak jari tersebut pada yang tampak dari lobang yang membawa kepada lubang telinga.

Jikalau ditinggalkan menyapu dua telinga, niscaya tiada melanggar apa apa. Karena kedua telinga itu kalau adalah keduanya dari muka niscaya telah terbasuh bersama muka. Atau dari kepala niscaya telah tersapu bersama kepala. Atau disendirikan keduanya maka memadailah yang demikian.

Apabila tidaklah kedua telinga itu demikian maka tidaklah ia disebutkan fardhu. Kalau keduanya dari kepala niscaya memadailah yang menyapu kedua telinga itu dengan menyapu kepala, sebagaimana memadai dari yang masih tinggal dari kepala.

 

Tata Cara Wudhu: Membasuh Kedua Kaki (Wajib)

Tata Cara Wudhu Membasuh Kaki
genesia.net

Allah SWT berfirman:

Tata Cara Wudhu Membasuh Kaki

Artinya: “dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (S Al Maidah: 6)

Membaca ayat tersebut: wa arjulakum, dengan makna: “Basuhlah mukamu, tanganmu, dan kakimu dan sapulah kepalamu !”. kedua mata kaki itu ialah yang tumbuh yang menjadi tempat berkumpul pergelangan.

Betis dan tapak kaki ke atas keduanya harus disapu, seolah olah berjalan pada keduanya: kepada basuhlah kakimu, sehingga basuhlah kedua mata kakimu !”. dan tiada memadilah bagi seseorang selain dengan membasuh zahiriah kedua tapak kakinya, batiniahnya, uratnya, dan kedua mata kakinya. Sehingga meratalah setiap yang berdekatan dengan kedua mata kaki, dari pangkal betis.

Mulai dengan menegakkan kedua tapak kaku. Kemudian menumpahkan air kepada keduannya dengan tangan kanannya, atau pun ditumpahkan oleh orang lain (jika dengan kran air maka langsunglah diteggakkan dan disapunya kaki tersebut).

Berlanjut dengan menyela nyelai anak anak jari kaki sehingga sampailah air kepada yang di antara anak anak jari kaki itu. Kecuali bahwa diketahuinya air telah sampai kepada semua yang di antara anak anak jari kaki itu.

 

Sunnah Dalam Tata Cara Wudhu

Terdapat sunnah sunnah dalam wudhu untuk mempersempurnakan. Diantaranya ialah,

Sunnah Tata Cara Wudhu: Membaca Basmalah untuk memulai wudhu

Alangkah lebih bagus, bahwa orang berbuat dengan menyebut nama Allah Azza wa Jalla (membaca basmalah) pada pemulaan wuhunya. Jikalau lupa, maka dibaca kapan saja ia teringat, walau sedikit lagi wudhu itu akan selesai. Kalau ditinggalkan membaca basmalah, dengan lupa atau sengaja maka tidaklah rusak wudhunya, insyaAllah.

Sunnah Tata Cara Wudhu: 3 kali sapuan

Rasulullah itu apabila mengambil wudhu ada yang tiga kali (3x) ada yang sekali (1x). Maka yang sempurna dan pilihan itu tiga kali (3x). Dan sekali itu memadai (cukup / sah). Lebih bagus bahwa orang yang mewudhukan mukanya, dua tangannya, dua kakinya tiga kali tiga kali. Dan menyapu kepalanya tiga kali dan meratakan kepalanya dengan penyapuan itu.

Sunnah Tata Cara Wudhu: Besugi / Bersiwak / Gosok Gigi

Dikabarkan kepada kami oleh Sufyan, dari Muhammad bin Ishak, dari Ibnu Abi ‘Atiq, dari Aisyah ra, bahwa Nabi SAW bersabda:

Tata Cara Wudhu Bersyiwak

Artinya: “Bersugi (bersiwak) itu mensucikan mulut, meridhakan Tuhan”.

Pada ini adalah dalil bahwa bersugi itu tidak wajib. Dan bersugi it pilihan (menuruti kesukaan sendiri). Karena jikalau bersugi itu wajib, niscaya Rasulullah SAW menyuruh mereka dengan bersugi. Sukar atas mereka itu atau tidak sukar.

Disunnahkan bersugi setiap pada keadaan yang berubah bau mulut padanya. Dan ketika bangun tidur, diam lama, memakan setiap yang mengubahnkan bau mulut dan meminumnya dan ketika shalat seluruhnya (akan menunaikan sholat). Barang siapa yang meninggalkan bersugi dan mengerjakan shalat, maka tiada mengulai shalatnya (sah).

 

Doa Sesudah Wudhu

Doa Setelah Wudhu
genesia.net

Tata Cara Wudhu Doa Widhu

Arinya:

“Aku mengaku bahwa tiada yang disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Aku mengaku bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya. Maha suci Engkau hai Tuhanku dan dengan memuji Engkau tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku telah berbuatjahat dan aku telah berbuat aniayakepada diriku. Aku meminta ampun pada Engkau wahai Allah dan aku bertobat kepada Engkau. Maka ampunilah aku dan berilah tobat kepadaku, sesungguhnya Engkaumenerima tobat dan maha penyayang. Ya Allah, ya Tuhanku ! jadikanlahaku daripadaorang yang bertobat dan jadikanlahaku daripada hamba-Mu yang shalih. Dan jadikanlah aku hamba yang sabar, tahu berterimakasih dan jadikanlah aku banyak berdzikir kepada Engkau dan bertasbih kepada Engkau pada pagi dan pada petang”.

 

 

Hafidz Yusuf

 

Referensi:

Kitab Al Umm Imam Syafi’i (terjemah Prof. TK. H. Ismail Yakub SH-MA 1989-2000)

Kitab Ihya Ulumuddin Imam Al Ghazzali (terjemah 1965)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: