Seri PES (Pro Evolution Soccer)  Di Eranya, Mana Favoritmu

PES diluncurkan KONAMI rutin pertahunnya. Maka tak lengkap membahas suatu hal jika tidak dimulai dari sejarahnya. Meski dikit sih, so lets check this out.

seri pes

Pro Evolution Soccer atau biasa disebut PES dulunya bernama Winning Eleven pada masa dimana gambarnya kotak-kotak gitu, di era konsol PS1 yang legendaris (The Legend Consol). By the way  bisa dibilang PS1 adalah awal berkembangnya dunia game.

Dilihat para Gamers addict saat ini di rentang usia 20-30, PS1 menjamur di tahun 2000’an maka bisa diambil benang merah bahwa mereka menjadi gamers karena kenal dan dekatnya PS1 di usia emas (masa anak-anak) yang memang pada waktunya bermain. Sampai-sampai bolos ke rental game demi memainkan game yang digandrungi si bocah (bukan penulis ya, hi hi).

PES 6

pes 6

Oke, setelah terbilang sukses di seri PS1 nya KONAMI  berlanjut ke jenjang  PS2 dengan mulai nama Pro Evolution Soccer. Yang paling moncer adalah PES 6.

Ane pikir ini adalah seri terseru dimana tekel-tekel beterbangan ke pemain lawan, speed gile, hingga tendangan gledek luar kotak pinalti, seri PES terkeren dengan kekerasannya wkwkk…..

Menu game disajikan simple dengan Adriano si bengal jadi model backgroundnya. Pada dasarnya sih di seri ini kemampuan pemain pada speed and power, pass? no this time buddy.

Dimana bermain dribel dari sayap lalu menusuk ke tengah atau berakhir pada crossing dengan harapan striker berbadan tinggi siap heading di kotak pinalty lawan (trezeguet i mean, you know lah).

Bagi pemain, seri PES 6 lebih pada banyaknya hal-hal memoriable. Mengajak teman dekat ke rental  untuk tanding, dua stik di tangan, teriak-teriak nggak karuan hingga berujung 1001 alasan saat kalah.

Banyak bintang-bintang lawas menghiasi seri PES 6, cannavaro, Del Piero, si Handsome Beckham. CR7 (21) dan King Leo Messi (19) meski masih bocah udah punya ability yang cukup ajib buat dribel-dribel.

Bicara soal bintang sebenarnya Adriano salah satu bintang yang super power, speed oke dan tendangan kerasnya sayang di seri-seri PES selanjutnya mlempem karena meredupnya karir si doi di dunia sepakbola nyata. Meski seri yang kaku dan aura figh nya, sesekali patutlah mencobanya. 😉

 

PES 2013

pes 13

Bisa dibilang seri inilah yang paling dikenal, dari yang coba-coba main bola hingga advance class. Banyak alasan untuk menyukai seri Pro Evolution Soccer 2013 ini, di mulai menu yang apik dengan si abang Ronaldo jadi model background geraknya.

Hadir di generasi PS3 menghadirkan sederet inovasi, face-face pemain yang makin kece dan lebih cakap digerakannya, bahkan C. Ronaldo dan L. Messi mempunyai gerakan khas khususnya di goal celebration, dribble dan shoot.

Untuk seri ini pun fun untuk Versus mode, di rentalan PS3 contohnya hampir semua TV pasti memainkan PES 13 di eranya. Maybe untuk para mas bro rentalers Pro evolution 2013 paling familirar dikontrol, animasi yang neko-neko, foul yang nggak cemen juga.

Dari segi permainan tiap player juga sama bagusnya. Misalkan kita lebih ke tipe permainan tiki taka ala Barcelona di game ini juga mendukung dengan pass dan kontrol ciamik. Bermain food to food, kaki ke kaki maksudnya dengan enjoy apalagi pake tim barca atau spanyol. Dimana Iniesta dan Xavi masih di mode “God” era keemasaanya, passing master.

Ataupun yang suka direct ball, bisa by pertahanan grendel dan lansung ke mode attack ketika dapat bola. Pemain-pemain sayap kaya mas Robben dan Frank Ribery misalnya jadi andalan mengiris sisi sayap pertahanan lawan sebelum crossing yang memnjakan si number 9 (sriker murni). Bicara soal spek buat anak PC juga bersahabat di masanya dengan

Pro Evolution Soccer 2013 system requirements (minimum)

  • CPU: Intel Core 2 Duo 1.8 GHz or equivalent AMD processor
  • CPU SPEED: 1.8 GHz
  • RAM: 1 GB
  • OS: XP , Vista and Windows 7
  • VIDEO CARD: Nvidia Geforce 6600 or ATI Radeon x1200 or Intel HD graphics 3000
  • SOUND CARD: Yes

“Mungkin ungkapan yang pas adalah seri PES sejuta umat”

 

PES 2016

pes 16

Dimulai dari seri PES 14 yang banyak dicemooh gamers. Animasi yang lembek, tampilan seperti kartun hingga ada yang mengatakan KONAMI mulai mengekor seri FIFA dengan animasinya yang realistik.

Meski terbilang gatot, Pro Evolution 2014 sejatinya adalah akar dari seri-seri selanjutnya. Mungkin seperti ungkapan, “waktu terpetang sebelum subuh”, begitupun PES 2014.

KONAMI di saat itu memang harus beralih ke engine selanjutnya dengan pengembangan sana-sini, begitupun Pro Evolution Soccer yang harus maju.

Lalu munculah PES 15 dengan pemaikaian Fox engine. Meski masih banyak kritik sana-sini namun jalur posisitf terlihat jelas di seri pes ini.

Meski penulis melewatkan di seri ini banyak review game yang tak sedikit memberikan sanjungan. Seperti menemukan arah yang hilang Pro Evolution Soccer 2015 menjadi acuan bahwa akan menjajikannya seri berikutnya.

Benarlah, pada seri 16 nya PES menemukan jati dirinya yang dirindukan sejak era PES 13 kontrol, speed, dan fun nya. Banyak player memberikan acungan jempol di seri ini, seperti anak hilang yang kembali ke rumahnya. Wajah pemain yang real banget, animasi yang halus namun manyajikan ketegangan di gameplaynya membuat player dengan cepat jatuh hati sekali mencicipi.

Lalu apa sebenarnya yang disajikan PES 16? Pertama adalah segi Fox engine yang disinggung tadi. Dengan engine ini menyajikan gameplay yang realistis dan visual yang mumpuni, apalagi ketika kita tengok wajah-wajah bintang sepakbola seperti Neymar sebagai ikonnya begitu detail.

Bukan hanya segi visual dan gameplay, goal selebration pun diberi sentuhan yang terbilang revolusioner. Ada empat tombol  kotak, segitiga, bundar, dan X yang masing-masing gol selebration yang berbeda. Goal Celebration menjadi fitur anyar dan unik sebagai penambah nilai jual. Entah PES 2016 seperti ulangan PES 6, generasi yang datang 10 tahun sekali, “masterpiece”.

 

PES 2017

pes 17

Di seri ini adalah lebih kepada penyempurnaan dan pematangkan. Jika ada kritik pada Pro Evolution Soccer 2016 adalah di segi GK (Goal keeper) yang terlihat cemen banget, tendang dikit goal.

Nah, PES 17 lah penyempurnaannya, menghadirkan Gk yang handal. Bahkan beberapa kiper yang ikonik seperti Manuel Neuer atau David De Gea terlihat mandapatkan nyawanya di seri ini.

Master League pun terasa hidup dengan begitu aktifnya bursa transfer pemain. Jika di seri dulu-dulu pemain yang menurun susah sekali menghasilkan uang, boro-boro dijual di nilai value nya, ada yang nawar aja alhadulillah.

Mungkin di seri inilah obatnya dengan transfer yang masif, tua muda, jago, cemen, laku aja dijual. Salah satu hal yang menguntungkan merekrut di akademi tim kita (Youth team) dengan nilai yang Free lalu dibeberapa tahun mendatang jadi duit yang menggiurkan jika dijual.

 

Dari empat seri di atas adalah seri-seri terbaik yang telah dilahirkan KONAMI. Namun jika menilik apa yang menjadi benar-benar revolusioner adalah tingkatan seri PS2 (PES 6), PS3 (PES 13) dan PS 4 (PES 16) dimana diwakili masing-masing seri. So, mana dari seri di atas yang paling memakan jam hidup anda? atau yang menjadi faforitmu?.

 

 

Hafidz Yusuf

1 thought on “Seri PES (Pro Evolution Soccer)  Di Eranya, Mana Favoritmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: