Sombong Sifat yang Tercela Lagi Menghancurkan

sombong pic: onepathnetwork

sombong

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

 

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

 

Sombong merupakan hal yang sangat dibenci Allah yang telah dengan ancaman yang pedih yang bahkan mencium bau surga-Nya pun tak diperbolehkan. Islam mengatur setiap detil kehidupan, pun demikian dalam hal kesombongan. Maka keselamatan adalah akhir dari kehidupan, menjadi pribadi yang puas dengan nikmat surga-Nya. Aamiin ya robb.

Sombong dibagi menjadi 3.

  1. Sombong kepada sesama makhluk

Di awali dari kelebihan yang menjadikan kita terlihat unggul yang hakikatnya adalah pemberian sebagai nikmat dan ujian Allah di dunia. Maka sesungguhnya akhirat lebih baik (dari dunia) dan lagi kekal.

Nasab yang terhormat dapat menjadikan akuh merasa paling tinggi. Nasab adalah bagian takdir yang diberikan dari kelahiran, kita pun tidak kuasa memilihnya. Maka apakah dari aliran darah kesombongan diturutkan? Iblispun menyombongkan dari mula penciptaannya yang merasa tinggi dari nyala api. Semoga kita terjauh dari sifat iblis yang sombong karena penciptaanya.

Harta pun demikian, banyak menjadi penyebab kesombongan. Bahkan kekayaan menjadikan siksaan pembawa mala petaka, mulai dari hati yang risau dengan hilangnya harta, kurang lebih seperti kutipan Ali ra di kitab ihya, “Harta dijaga, sedang ilmu menjaga”. Maka sibuklah waktu-waktunya untuk menjaga hartanya. Hilanglah hati yang khusuk.

Ilmu juga dapat menyeret dalam kesombongan pagi pelakunya, memanglah ilmu penerang hati dari gelapnya kebodohan. Maka kembali melihat asal permulaan kita menjadi obat pertama, dari hal yang belum dapat disebut (mani) hingga cakapnya berbicara di depan banyak orang, sungguh karunia Allah lebihlah banyak dari buih-buih ilmu kita. Bahkan semua alam semesta adalah ciptaan dengan Ilmu-Nya. Tak lah patut sombong tersemat sedang menciptakan semutpun kita tak sanggup.

  1. Sombong kepada Rasul Allah

Dimaksud sombong pada Rasul adalah menolak ataupun mencela apa-apa yang rasul lakukan. Banyak tokoh-tokoh yang menolak dan mencelanya, semoga Allah melaknatnya. Dimulai dari pamannya sendiri abu lahab menolak kerosulan Rosulullah SAW, yang merasa lebih tinggi dan senior. Bani isroilpun yang menunggu-nunggu datangnya nabi terakhir penutub nubuwah sampai-sampai pergi ke negeri yang banyak terdapat pohon kurmanya (salah satu tanda) namun setelah apa yang didapati Nabi Muhammad bukan dari kaumnya (yahudi) mereka langsung berbalik arah dengan sombong. Sesungguhnya pada diri rasul terdapat suri tauladan yang mulia, itulah idolanya seorang muslim.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Banyaklah contoh yang diajarkan Rosulullah, dari hal kecil sehari-hari hingga politik pemerintahan. Begitupun salah satu contoh sunnah adalah duduk diwaktu minum, sehat di sains dan mulia di adab.

  1. Sombong kepada Allah

 

Termasuk sombonglah menentang hukum Allah, begitupun merasa syari’at  tidak sesuai zaman. Salah satu tokoh yang sombong pada Allah adalah Fir’aun (Ramses II) yang banyak disebutkan di Al-qur’an. Beraninya hingga mendeklarasi bahwa dirinya adalah Tuhan yang mampu menghidupkan dan mematikan (merasa mampu memberi hukuman mati dan membiarkannya hidup). Banyaklah kezaliman di bumi mesir dari membunuh setiap  bayi laki-laki yang dilahirkan dan membiarkan bayi perempuan berdasarkan peramalnya. Hingga memperbudak bani isroil untuk medirikan meramit sebagai lambang penantangan pada Allah. Maka kesudahannya adalah azab yang pedih.

 

Tidak lah patut dan mampu manusia sombong melainkan azab adalah balasannya. Semoga kita dapat terhindar sifat yang tercela lagi menghancurkan ini, aamiin aamiin ya robbal ‘alamin.

 

Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: